Artikel
Berpuasa pada Ibu Menyusui
Oleh: dr. Retno Hernik Mulyati Andayani, Sp.A
Bolehkah Ibu menyusui berpuasa ?
Berpuasa saat menyusui diperbolehkan, dengan tetap menjaga kesehatan ibu dan bayinya.
Yang perlu diperhatikan saat ibu menyusui adalah supaya ibu tetap sehat dan produksi ASI tetap bisa mencukupi kebutuhan cairan dan kalori bayinya. Puasa tidak langsung menghentikan ASI, tetapi akan mengurangi jumlah ASI ketika Ibunya kurang minum, kurang kalori atau kelelahan
Panduan untuk memenuhi Kecukupan cairan dan kalori pada Ibu menyusui :
A. Kecukupan cairan
- Kebutuhan cairan 2, 5 L – 3 L antara berbuka sampai sahur
- Strategi memenuhi kebutuhan cairan :
- 2 gelas saat berbuka
- 2-3 gelas setelah makan
- 2 gelas sebelum tidur
- 2 gelas saat makan sahur
B. Kebutuhan Kalori : Ibu menyusui membutuhkan tambahan ±500 kalori/hari, sehingga dipastikan saat puasa, mendapatkan makanan padat gizi, seperti karbohidrat kompleks, protein hewani, makanan tinggi serat, kurma secukupnya saat berbuka. Hindari gorengan berlebihan, makanan terlalu asin dan kaffein berlebihan
Kondisi Bayi yang perlu diperhatikan adalah umur bayi dan status gizi-nya
Umur Bayi :
- Umur < 6 bulan, dimana masih ASI eksklusif disarankan untuk menunda puasa, karena 100 % nutrisi bayi masih bergantung pada ibu
- Umur > 6 bulan : sudah mulai MP-ASI, lebih fleksibel karena nutrisinya sudah mulai bisa dibantu MP-ASI
Kapan Puasa dibatalkan ?
Jika pemantauan pada Ibu didapatkan : tanda dehidrasi yaitu warna urine lebih pekat, dan frekwensi BAK berkurang. Atau ada keluhan lain seperti sangat lemas, mual/muntah, pusing serta ASI berkurang drastis.
Atau Pemantauan pada Bayi didapatkan : warna urine lebih pekat, frekwensi BAK < 6 x/hari, rewel, tidak mau berhenti menyusu, kelihatan tampak haus/lapar, bibir kering,
Strategi aman berpuasa :
- Puasa 1-2 hari untuk melihat respon tubuh dan produksi ASI
- Bisa terasa berat, pertimbangkan puasa selang seling
- Hindari aktivitas berat di siang hari
- Lebih banyak istirahat
Dalam Islam, ibu menyusui termasuk yang mendapat keringanan untuk tidak berpuasa jika khawatir terhadap:
- Kesehatan dirinya
- Kesehatan atau kecukupan ASI untuk bayinya
Jika merasa tidak kuat atau produksi ASI terganggu, ibu boleh tidak berpuasa dan menggantinya di kemudian hari (qadha), dan dalam kondisi tertentu bisa disertai fidyah sesuai pendapat ulama. ni termasuk bentuk rahmat dan kemudahan dalam syariat.