Artikel
Evaluasi Laboratorium Pasca Lebaran
Oleh: dr. Rima Hayyu C., SpPK
Setelah satu bulan berpuasa Ramadan, momen lebaran seringkali menjadi ajang “balas dendam”. Hidangan lebaran umumnya adalah masakan yang mengandung banyak santan, daging berlemak, tinggi karbohidrat dan minim serat. Tak lupa kue-kue manis yang mengandung banyak gula, rasanya sulit ditolak. Di balik kelezatan makanan tersebut, ada bahaya yang mengintai. Tak jarang setelah lebaran banyak pasien mengeluh badan pegal-pegal atau cekot-cekot, pusing dan merasa cepat lelah. Hal tersebut dapat terjadi karena perubahan pola makan yang mendadak, dari yang terbiasa menjaga asupan selama bulan puasa menjadi banyak makan saat lebaran. Akibatnya, kolesterol, asam urat dan gula darah pun meningkat.
- Kolesterol
Kolesterol dalam tubuh dapat terdiri dari LDL (low-density lipoprotein), HDL (high-density lipoprotein), trigliserida dan beberapa bentuk kolesterol lainnya dalam jumlah kecil. LDL merupakan “kolesterol jahat” yang berkontribusi terhadap penimbunan lemak pada pembuluh darah arteri. Makanan yang banyak mengandung LDL adalah makanan bersantan, gorengan, daging merah, kuning telur, jeroan dan beberapa jenis seafood seperti udang, cumi dan kepiting.
Berkebalikan dengan LDL, HDL dapat disebut sebagai “kolesterol baik” yang dapat membantu pemeliharaan kesehatan jantung.
Trigliserida berperan menyimpan enerji yang berlebihan dari asupan makanan terutama dari makanan tinggi karbohidrat.
Kombinasi LDL dan trigliserida tinggi serta HDL rendah dapat meningkatkan penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah arteri, yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Peningkatan kolesterol seringkali tidak memberikan gejala yang signifikan.
- Asam Urat
Peningkatan asam urat disebabkan karena peningkatan purin dalam darah. Purin terdapat banyak di daging jeroan, ikan sarden kalengan, kacang-kacangan dan beberapa sayuran hijau seperti bayam dan brokoli. Kadar purin berlebih dapat menyebabkan nyeri pada persendian karena terjadi penumpukan kristal asam urat di sendi.
- Gula darah
Kue kering yang manis, minuman manis atau makanan tinggi karbohidrat sangat cepat meningkatkan kadar gula darah. Bagi penderita prediabetes atau diabetes, hal ini bisa berbahaya. Gejala bila gula darah meningkat seperti cepat haus, sering buang air kecil, cepat lelah.
Merasa tubuh baik-baik bukan jaminan bahwa hasil laboratorium normal. Melakukan pemeriksaan laboratorium pasca lebaran merupakan langkah deteksi dini untuk mencegah kompliksi yang lebih serius dari peningkatan kolesterol, asam urat dan gula darah.
Berikut adalah parameter yang perlu diperhatikan beserta nilai normalnya:
|
Glukosa darah puasa |
<100 mg/dl |
|
Kolesterol total |
<200 mg/dl |
|
LDL |
<100 mg/dl |
|
HDL |
>60 mg/dl |
|
Trigliserida |
<150 mg/dl |
|
Asam urat |
Pria: 3,5-7,0 mg/dl Wanita: 2,4-6,0 mg/dl |
Persiapan sebelum pemeriksaan laboratorium adalah sebagai berikut:
- Puasa 8-12 jam sebelum pengambilan darah
- Diperbolehkan minum air putih
- Hindari olahraga berat dan merokok sebelum pengambilan darah
- Obat-obatan rutin tetap diminum kecuali dokter menyarakan sebaliknya
Mencegah lebih baik dari mengobati, jangan tunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan anda.