Call Center
031-592-4000
Background Image

Artikel

Gigi Tetap Sehat Selama Berpuasa Ramadhan

Kamis, 19 Februari 2026 11:00 WIB     Info Kesehatan

Oleh: drg.Nungki Nawangsari, Sp.KG

Puasa bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan gigi dan mulut. Justru selama berpuasa, perubahan pola makan dan frekuensi minum dapat memengaruhi kondisi rongga mulut. Jika tidak dirawat dengan baik, risiko bau mulut, gigi berlubang, dan radang gusi bisa meningkat.

1. Mengapa Mulut Lebih Mudah Bau Saat Puasa?

Saat puasa, produksi air liur menurun karena tidak ada asupan makanan dan minuman selama berjam-jam. Padahal, air liur berfungsi membersihkan sisa makanan dan menekan pertumbuhan bakteri. Ketika produksi air liur berkurang, bakteri lebih mudah berkembang dan menghasilkan senyawa sulfur penyebab bau mulut (halitosis)

2. Risiko yang Sering Terjadi Saat Puasa

  • Mulut kering (xerostomia)
  • Bau mulut
  • Penumpukan plak
  • Gigi berlubang
  • Radang gusi (gingivitis)

Kebiasaan mengonsumsi makanan manis saat sahur dan berbuka tanpa dibarengi kebersihan mulut yang baik dapat mempercepat proses kerusakan gigi.

3. Waktu Terbaik Menyikat Gigi Saat Puasa

Banyak orang ragu menyikat gigi saat puasa karena takut batal. Secara medis dan menurut fatwa keagamaan, menyikat gigi tidak membatalkan puasa selama tidak ada pasta atau air yang tertelan.

Waktu yang dianjurkan:

  • Setelah sahur
  • Setelah berbuka puasa
  • Sebelum tidur malam

Gunakan pasta gigi berfluoride untuk membantu memperkuat enamel dan mencegah gigi berlubang.

4. Tips Menjaga Kesehatan Gigi Selama Puasa

  • Perbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka.
  • Hindari makanan terlalu manis dan lengket.
  • Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela gigi.
  •  Konsumsi buah dan sayur berserat.
  • Hindari merokok saat berbuka karena dapat memperburuk bau mulut dan kesehatan gusi

5. Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Puasa bukan penghalang untuk perawatan gigi. Tindakan seperti scaling, tambal gigi, atau konsultasi tetap bisa dilakukan dan tidak membatalkan puasa selama tidak ada yang tertelan secara sengaja.

Perspektif Keagamaan dalam Menjaga Kebersihan Mulut

Islam sangat menekankan kebersihan sebagai bagian dari iman. Dalam hadits riwayat Muhammad SAW disebutkan:

“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak salat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan pentingnya kebersihan rongga mulut, bahkan dalam kondisi berpuasa. Para ulama sepakat bahwa penggunaan siwak atau menyikat gigi diperbolehkan selama tidak ada yang tertelan.

Dengan demikian, menjaga kebersihan gigi dan mulut selama Ramadan bukan hanya bagian dari upaya medis preventif, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai syariat.

Kesimpulan

Puasa adalah momen baik untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Dengan perawatan yang tepat, kita bisa menjalani puasa dengan nyaman dan tetap percaya diri.

Customer Service