Call Center
031-592-4000
Background Image

Artikel

Katarak: “Kabut” pada Mata yang Bisa Diatasi, Jangan Tunggu Sampai Buta!

Selasa, 23 Juni 2026 08:14 WIB     Info Kesehatan

Oleh : dr. Fitrika Wahyu Listari, Sp.M

 

Katarak merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan yang paling sering ditemukan di seluruh dunia, terutama pada usia lanjut. Katarak terjadi ketika lensa mata yang normalnya jernih menjadi keruh sehingga cahaya sulit masuk ke dalam mata. Akibatnya, penglihatan menjadi buram seperti melihat melalui kaca yang berembun atau berkabut. Meskipun sering dikaitkan dengan proses penuaan, katarak sebenarnya dapat terjadi pada semua kelompok usia, termasuk anak-anak yang lahir dengan kelainan bawaan.

Masyarakat masih ada yang menganggap katarak sebagai lapisan putih yang tumbuh di permukaan mata. Anggapan ini kurang tepat karena katarak sebenarnya terjadi di dalam mata, tepatnya pada lensa yang berada di belakang pupil. Kekeruhan lensa menyebabkan cahaya yang masuk tidak dapat difokuskan dengan baik ke retina sehingga kualitas penglihatan menurun secara bertahap. Pada tahap awal, keluhan mungkin tidak terlalu mengganggu, tetapi seiring waktu penglihatan dapat semakin memburuk.

Gejala katarak yang paling umum adalah penglihatan kabur yang tidak membaik meskipun sudah menggunakan kacamata. Selain itu, penderita dapat mengalami silau berlebihan saat melihat lampu pada malam hari, warna terlihat lebih kusam, sering mengganti ukuran kacamata, atau bahkan mengalami penglihatan ganda pada satu mata. Karena prosesnya berlangsung perlahan, banyak orang tidak menyadari bahwa penglihatannya terus menurun akibat katarak.

Faktor risiko utama terjadinya katarak adalah pertambahan usia. Namun, beberapa kondisi lain juga dapat meningkatkan risiko, seperti Diabetes Mellitus, paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, kebiasaan merokok, penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, cedera mata, dan riwayat operasi mata sebelumnya. Oleh karena itu, menjaga kesehatan secara umum juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mata.

Katarak tidak dapat dicegah sepenuhnya karena proses penuaan merupakan faktor yang tidak dapat dihindari. Namun, risiko dan perkembangan katarak dapat diperlambat dengan menerapkan gaya hidup sehat. Menggunakan kacamata pelindung dari sinar ultraviolet saat beraktivitas di luar ruangan, berhenti merokok, mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes, serta mengonsumsi makanan bergizi yang kaya antioksidan dapat membantu menjaga kesehatan mata.

Diagnosis katarak dilakukan melalui pemeriksaan mata oleh dokter mata. Pemeriksaan ini meliputi pengukuran tajam penglihatan dan evaluasi kondisi lensa menggunakan alat khusus. Pemeriksaan rutin sangat dianjurkan, terutama bagi individu berusia di atas 60 tahun atau mereka yang memiliki faktor risiko tertentu. Deteksi dini memungkinkan pasien memperoleh penanganan yang tepat sebelum gangguan penglihatan menjadi lebih berat.

Salah satu mitos yang masih banyak dipercaya adalah bahwa katarak dapat disembuhkan dengan obat tetes mata, ramuan herbal, atau pijatan. Hingga saat ini, belum ada obat yang terbukti dapat menghilangkan katarak yang telah terbentuk. Pada tahap awal, penggunaan kacamata mungkin dapat membantu memperbaiki penglihatan sementara. Namun, ketika katarak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, tindakan yang paling efektif adalah operasi katarak.

Operasi katarak merupakan prosedur yang aman dan memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Dalam operasi ini, lensa yang keruh akan dikeluarkan dan diganti dengan lensa buatan atau lensa intraokular. Prosedur biasanya dilakukan dengan anestesi lokal sehingga pasien tetap sadar selama operasi. Sebagian besar pasien dapat pulang pada hari yang sama dan mengalami perbaikan penglihatan dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah tindakan.

Banyak orang menunda operasi karena takut atau menunggu katarak menjadi “matang”. Padahal, perkembangan teknologi bedah modern memungkinkan operasi dilakukan sebelum katarak mencapai tahap yang sangat lanjut. Menunda operasi terlalu lama dapat menyebabkan kesulitan teknis saat pembedahan dan meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, keputusan operasi sebaiknya didasarkan pada tingkat gangguan penglihatan dan kebutuhan aktivitas pasien, bukan semata-mata pada tingkat “kematangan” katarak.

Katarak bukanlah penyebab kebutaan permanen dan bukan pula kondisi yang harus ditakuti. Dengan pemeriksaan rutin, edukasi yang tepat, dan penanganan yang sesuai, sebagian besar penderita dapat kembali memperoleh penglihatan yang baik. Masyarakat perlu memahami bahwa penglihatan yang kabur akibat katarak dapat diatasi secara efektif melalui operasi yang aman dan modern. Semakin cepat keluhan dikenali dan diperiksakan ke dokter mata, semakin besar peluang untuk mempertahankan kualitas hidup dan kemandirian seseorang.

 

Daftar Pustaka

American Academy of Ophthalmology (2021) Cataract in the adult eye preferred practice pattern. San Francisco: American Academy of Ophthalmology.

Khurana, A.K. (2020) Comprehensive ophthalmology. 7th edn. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.

World Health Organization (2026) Blindness and vision impairment. Geneva: WHO.

Yanoff, M. and Duker, J.S. (2018) Ophthalmology. 5th edn. Philadelphia: Elsevier.

Customer Service