Artikel
Puasa dan Kesehatan Mata
Oleh : dr.Ilhamiyati, Sp.M
Puasa bulan Ramadhan telah tiba, setiap muslim diwajibkan untuk melaksanakannya. Puasa memiliki efek fisiologis terhadap mata, terutama perubahan/fluktuasi pada tekanan bola mata (intraocular pressure), parameter biometrik serta produksi air mata. Pada individu sehat, perubahan ini umumnya tidak menimbulkan gangguan klinis yang bermakna.
Penelitian menunjukkan bahwa selama puasa Ramadan, tekanan bola mata pada orang sehat cenderung mengalami penurunan ringan, hal ini dapat disebabkan karena adanya perubahan hidrasi tubuh selama puasa yang dapat memengaruhi dinamika cairan dalam mata. Artinya, pada orang sehat, puasa umumnya tidak meningkatkan tekanan bola mata namun cenderung sedikit menurunkannya. Tekanan bola mata adalah tekanan cairan di dalam mata. Tekanan ini penting karena jika terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko glaukoma.
Saat puasa ada pembatasan cairan selama berjam-jam, tubuh mengalami dehidrasi ringan, terutama menjelang sore hari. Hal ini dapat mengurangi produksi air mata. Gejala yang mungkin dirasakan adalah Mata terasa kering, Sensasi terbakar, Mata cepat lelah dan iritasi ringan.
Penelitian terbaru menemukan bahwa puasa dapat pula menyebabkan perubahan kecil pada ukuran kornea dan kedalaman bilik mata, yang dapat memengaruhi perhitungan lensa pada operasi katarak, perubahan ini umumnya tidak terasa. Namun, bagi pasien yang akan menjalani operasi mata, dokter dapat mempertimbangkan waktu tindakan agar hasil lebih akurat.
Berikut beberapa langkah sederhana agar mata tetap sehat saat berpuasa:
1. Cukupi cairan saat sahur dan berbuka
Minumlah air yang cukup (sekitar 6–8 gelas dari berbuka hingga sahur) untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperparah mata kering.
2. Konsumsi makanan kaya vitamin A dan antioksidan untuk membantu menjaga kesehatan retina dan permukaan mata.
3. Batasi paparan layar berlebihan
Selama puasa, mata lebih mudah lelah. Terapkan aturan 20-20-20:
Setiap 20 menit melihat layar, istirahatkan mata 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki (±6 meter).
4. Jika memiliki mata kering, gunakan tetes air mata buatan sesuai anjuran dokter
5. Hindari lingkungan berdebu atau AC (Air Conditioner) berlebihan. Udara kering dapat memperburuk penguapan air mata.
6. Konsultasi ke dokter mata jika ada keluhan: penglihatan kabur mendadak, nyeri mata berat, mata merah hebat, sakit kepala berat disertai gangguan penglihatan.
Secara umum, puasa aman bagi kesehatan mata pada orang sehat. Penelitian menunjukkan adanya penurunan ringan tekanan bola mata dan kemungkinan mata menjadi lebih kering akibat dehidrasi, namun tidak menyebabkan gangguan serius pada kebanyakan orang. Bagi penderita penyakit mata tertentu, konsultasi medis sebelum berpuasa sangat dianjurkan. Dengan menjaga hidrasi, nutrisi, dan kebiasaan visual yang baik, kesehatan mata tetap dapat terjaga selama puasa.