Berita
RSUD Haji Jatim Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Bedah Problematika Pelayanan IGD
SURABAYA – RSUD Haji Provinsi Jawa Timur sukses menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 pada Senin, 18 Mei 2026. Bertempat di Aula Serambi Mekkah Lantai II RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, kegiatan tahunan ini mengusung tema yang sangat krusial dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, yaitu "Problematika Pelayanan Pasien di IGD RSUD Haji Provinsi Jawa Timur". Forum ini digelar sebagai wujud transparansi dan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan, khususnya di garda terdepan penanganan darurat.
Direktur RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, dr. Taudid Islamy, Sp.OG, Subsp. K. Fm, dalam sambutannya membuka acara dengan menekankan pentingnya sinergi antara penyedia layanan kesehatan dan masyarakat. Menurutnya, Instalasi Gawat Darurat (IGD) seringkali menghadapi tantangan kompleks, mulai dari lonjakan jumlah pasien hingga keterbatasan fasilitas. Oleh karena itu, melalui FKP ini, pihak manajemen berharap bisa menjaring masukan dan menyamakan persepsi demi merumuskan solusi taktis atas berbagai kendala pelayanan yang selama ini dikeluhkan.
Diskusi panel berjalan secara interaktif dengan menghadirkan narasumber dari berbagai sektor strategis. Dari jajaran regulator dan pengawas, hadir dr. Achmad Khoirudin Alif selaku Dewan Pengawas sekaligus perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, bersama Riche Nurvergianta Aprianti, SKM dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara manajemen rumah sakit, pemerintah kota, dan pemerintah provinsi dalam memangkas birokrasi penanganan pasien kritis.
Perspektif dari sisi akademisi, pembiayaan, dan organisasi profesi juga turut memperkaya pembahasan. Prof. Dr. Ratna Dwi W, SKM, M. Kes. dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) menghadiri forum tersebut. Sementara Dr. M. Ardian Cahya Laksana, dr, SpOG, Subsp, Obginsos, M. Kes mewakili PERSI Cabang Surabaya mengulas standar operasional IGD. Dari sisi jaminan kesehatan, Mega Indah Kusumawati dari Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kota Surabaya turut memberikan klarifikasi terkait regulasi klaim dan rujukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.
Sebagai representasi masyarakat dan media massa, forum ini juga melibatkan Meimura dari Paguyuban Pasien RSUD Haji serta Koko Kurniawan dari PT JawaPos Koran. Keterlibatan aktif seluruh elemen ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, di antaranya komitmen digitalisasi sistem antrean IGD dan penguatan edukasi sistem triase kepada keluarga pasien. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara komitmen bersama untuk mewujudkan pelayanan IGD RSUD Haji Provinsi Jawa Timur yang lebih cepat, tanggap, dan humanis. Humas Red.