Call Center
031-592-4000
Background Image

Artikel

MENGENAL PELAYANAN TRANSFUSI DARAH: MACAM KOMPONEN DARAH DAN FUNGSI BDRS

Rabu, 05 Agustus 2026 09:08 WIB     Info Kesehatan

Oleh : Tim Bank Darah RSUD Haji Provinsi Jawa Timur

dr. Rima Hayyu C., SpPK

Mohammad Fajar, Amd.Kes

 

Transfusi darah adalah prosedur menyalurkan darah ke dalam tubuh seseorang yang kekurangan darah atau dalam suatu tindakan medis. Secara klinis, fungsi transfusi darah adalah untuk menambah volume darah secara keseluruhan, menjaga volume cairan tubuh, membantu meningkatkan kapasitas oksigen tubuh, dan memperbaiki sitem pembekuan darah. Sebelum dilakukan transfusi darah, di laboratorium akan dilakukan pemeriksaan golongan darah dan kecocokan darah antara pendonor dan penerima darah (crossmatch)

 

APA SAJA JENIS KOMPONEN DARAH?

Jenis komponen darah yang diberikan dalam proses transfusi akan tergantung dari keperluan dan fungsinya:

 

1. Darah Utuh (Whole blood)

Sesuai dengan namanya, darah utuh komplit mengandung semua komponen darah, yaitu eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), platelet (keeping darah), serta plasma darah. Transfusi darah utuh dibutuhkan untuk penggantian darah yang hilang sesegera mungkin. Untuk masa simpannya darah utuh yaitu 35 hari

 

2. Sel darah merah pekat (Packed red cells / PRC)

Jenis komponen darah ini hanya mengandung sel darah merah tanpa komponen darah lainnya. Transfusi PRC terutama diperlukan untuk pasien anemia yang rutin transfusi. Untuk masa simpannya sel darah merah pekat yaitu 30 hari.

 

  1. Sel darah merah pekat minim Leukosit (Packed cell leukoreduce / PCR)

Produk sel darah merah pekat yang telah melalui proses pemisahan lanjutan guna meningkatkan kualitas dan keamanan transfusi. Untuk masa simpannya yaitu 40 hari.

 

  1. Sel darah merah tanpa leukosit (Packed red cell leukodepleted / PRCL)

Produk darah yang satu ini telah melalui proses penyaringan khusus untuk memisahkan dan menghilangkan sel darah putih Karena leukosit dapat menyebabkan reaksi imun pada pasien tertentu. Untuk masa simpannya 40 hari.

 

5. Trombosit Concentrate  (Platelet concentrate  / PC)

Platelet atau trombosit merupakan komponen darah yang tidak berwarna yang berfungsi untuk pembekuan darah. Komponen darah trombosit biasnya ditujukan bagi orang-orang yang mengalami penurunan trombosit berat seperti pada demam berdarah (Dengue Shock Syndrome) atau leukemia. Masa simpan donor platelet juga singkat yaitu 5 hari.

 

6. Plasma segar beku  (Fresh frozen plasma)

Komponen ini mengandung plasma darah yang berisi faktor pembekuan darah, albumin, imunoglobulin, dan faktor VIII (salah satu faktor pembekuan darah yang terdapat dalam plasma). FFP dapat bermanfaat bagi orang-orang yang mengalami gangguan pembekuan darah Untuk masa simpannya 1 tahun.

 

  1. Anti Hemofilia Faktor  (Cryoprecipitated anti haemolytic factor)

Mengandung protein pembekuan darah dengan konsentrasi sangat tinggi.  Komponen darah ini digunakan secara selektif untuk orang-orang dengan kelainan faktor pembekuan darah. Untuk masa simpannya AHF yaitu 1 tahun.

 

 

KAPAN HARUS DILAKUKAN TRANSFUSI??

Berdasarkan panduan klinis global dan nasional, ambang batas (trigger) kadar Hemoglobin (Hb) untuk transfusi adalah sebagai berikut:

  • Hb < 7 g/dL: Mutlak dilakukan transfusi
  • Hb 7 – 8 g/dL: Transfusi diindikasikan jika pasien akan menjalani operasi besar atau mengalami perdarahan aktif
  • Hb 8 – 10 g/dL: Transfusi umumnya tidak diindikasikan, kecuali pasien menunjukkan gejala klinis anemia yang sangat jelas (seperti sesak napas saat istirahat, nyeri dada, atau pusing hebat) yang tidak membaik dengan terapi lain.

Sementera itu, ambang batas jumlah trombosit untuk transfusi meliputi:

  • Trombosit < 10.000 /µL: Wajib transfusi profilaksis (pencegahan), bahkan jika pasien tidak mengalami perdarahan.
  • Trombosit < 20.000 /µL: Dilakukan transfusi jika pasien disertai faktor risiko tambahan, seperti demam tinggi, infeksi berat (sepsis), atau adanya gangguan pembekuan darah lain.
  • Trombosit < 50.000 /µL: Dilakukan jika pasien mengalami perdarahan aktif (seperti mimisan hebat, muntah darah) atau jika pasien akan menjalani prosedur tindakan medis/operasi besar.

 

APA ITU BANK DARAH RUMAH SAKIT (BDRS)???

Bank darah rumah sakit adalah unit atau fasilitas di rumah sakit yang bertugas mengelola persediaan darah dan komponen darah untuk kebutuhan pasien. Terdapat sistem yang terintegrasi ketat antara Bank darah Laboratorium rumah sakit dan tim medis di bangsal perawatan.

Fungsi utamanya meliputi:

  • Menyimpan darah yang diperoleh dari unit donor darah atau pusat transfusi.
  • Melakukan pemeriksaan kompatibilitas (crossmatch) antara darah donor dan darah pasien.
  • Menyiapkan dan mendistribusikan darah atau komponennya (sel darah merah, plasma, trombosit, dll.) untuk transfusi.
  • Menjaga kualitas dan keamanan darah melalui penyimpanan pada suhu dan kondisi yang sesuai.
  • Mencatat dan memantau penggunaan darah untuk memastikan ketersediaan stok dan keamanan pasien.

Pertanyaan yang sering muncul: “Kan darah didonorkan gratis, kenapa saat transfusi harus bayar?”

Yang dibayar sebenarnya bukan darahnya, melainkan biaya pengganti pengolahan darah untuk membuat darah tersebut aman dan siap digunakan. Seperti:

  • Skrining Penyakit: Pemeriksaan laboratorium ketat untuk memastikan darah bebas dari infeksi menular. Setiap darah donor akan diperiksa untuk HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan Sifilis.
  • Pengolahan Komponen Darah: Memisahkan darah menjadi sel darah merah, plasma, dan trombosit sesuai kebutuhan medis.
  • Penyimpanan: Biaya pemeliharaan fasilitas dan kantong darah khusus agar kualitas darah tetap terjaga di lemari pendingin bersuhu khusus.
  • Crossmatching: Uji kecocokan silang darah antara pendonor dan pasien sebelum ditransfusikan untuk mencegah reaksi transfusi.
Customer Service