Artikel
PERAN MAKANAN TINGGI SERAT DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG
Penulis: Unjiati, SKM.,M.Kes., Dietisien
(Kepala Instalasi Gizi, RSUD Haji Provinsi Jawa Timur)
Penyakit jantung merupakan penyakit kardiovaskular (cardiovascular diseases/CVD), yang masih menjadi penyebab utama kematian dan disabilitas di dunia. Dalam lima tahun terakhir, meskipun terjadi kemajuan dalam diagnosis dan pengobatan, jumlah kasus dan kematian akibat penyakit jantung terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya prevalensi faktor risiko seperti obesitas, diabetes melitus, hipertensi, dan pola makan yang tidak sehat.
Berdasarkan World Health Organization (WHO) dan Global Burden of Disease (GBD) 2021, penyakit kardiovaskular telah menyebabkan sekitar 19,4–19,8 juta kematian setiap tahun, atau sekitar 32% dari seluruh kematian global, menjadikannya penyebab kematian nomor satu di dunia. Diperkirakan terdapat 612 juta orang hidup dengan penyakit kardiovaskular pada tahun 2021. Lebih dari 80% kematian akibat penyakit kardiovaskular disebabkan oleh serangan jantung (infark miokard) dan stroke. Di Indonesia, penyakit jantung juga menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan data Kementerian Kesehatan RI, penyakit kardiovaskular termasuk penyebab kematian tertinggi bersama stroke dan diabetes.
Berbagai faktor risiko, seperti dislipidemia, hipertensi, obesitas, diabetes melitus, dan pola makan yang tidak sehat, berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian penyakit kardiovaskular. Perubahan pola konsumsi masyarakat menuju makanan tinggi energi, tinggi lemak, tinggi gula, dan rendah serat diperkirakan berkontribusi terhadap meningkatnya beban penyakit jantung.
Serat Pangan.
Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang memiliki bukti ilmiah kuat adalah penerapan pola makan tinggi serat. Serat pangan, terutama yang berasal dari buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, berperan dalam menurunkan kadar kolesterol, memperbaiki kontrol glukosa darah, meningkatkan kesehatan mikrobiota usus, mengurangi inflamasi sistemik, serta membantu mempertahankan berat badan ideal.
Serat pangan dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu:
1. Serat larut (Soluble Fiber)
Jenis serat yang larut dalam air dan membentuk gel kental di dalam saluran pencernaan. Gel ini memperlambat pengosongan lambung dan penyerapan zat gizi, terutama glukosa dan lemak, sehingga memberikan berbagai manfaat metabolik.
Manfaat serat larut diantaranya menurunkan kadar kolesterol total dan LDL, membantu mengendalikan kadar glukosa darah setelah makan, meningkatkan rasa kenyang sehingga membantu pengendalian berat badan, mendukung pertumbuhan bakteri usus yang menguntungkan (prebiotik), dan berkontribusi dalam menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes melitus tipe 2. Sumber serat larut diantaranya oat dan oatmeal, barley, apel ,jeruk , pir, alpukat , wortel, kacang merah, kacang polong dan kedelai.
2. Serat tidak larut (Insoluble Fiber)
Jenis serat tidak larut dalam air, yang mengalami fermentasi oleh bakteri usus. Jenis serat ini mampu menyerap air, sehingga meningkatkan volume feses, serta mempercepat waktu transit makanan melalui saluran cerna.
Manfaat serat tidak larut diantaranya memperlancar pergerakan usus, mencegah konstipasi, menjaga kesehatan usus, menurunkan risiko divertikulosis dan kanker kolorektal, serta memberikan rasa kenyang sehingga membantu pengendalian berat badan. Sumber serat tidak larut diantaranya gandum utuh, beras merah, jagung, bekatul , kulit buah, sayuran hijau, kubis, brokoli, kembang kol, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Mekanisme Serat dalam Pencegahan Penyakit Jantung
Serat pangan (dietary fiber) merupakan salah satu komponen penting dalam pola makan sehat yang berperan dalam menurunkan risiko penyakit jantung melalui berbagai mekanisme fisiologis dan metabolik sebagai berikut:
- Menurunkan LDL (Low Density Lipoprotein)
Serat larut dalam usus membentuk gel yang mampu mengikat asam empedu. Asam empedu yang telah terikat akan dikeluarkan melalui feses sehingga hati harus menggunakan kolesterol dalam sirkulasi darah untuk mensintesis kembali asam empedu. Akibatnya, kadar LDL dalam darah menurun. Penurunan kadar LDL ini akan menghambat pembentukan plak aterosklerosis yang merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.
- Mengendalikan Glukosa Darah
Serat memperlambat penyerapan karbohidrat sehingga menurunkan lonjakan glukosa postprandial, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menurunkan risiko diabetes melitus tipe 2. Diabetes merupakan faktor risiko utama penyakit jantung, pengendalian glukosa melalui konsumsi serat turut berkontribusi dalam pencegahan penyakit jantung.
3. Menurunkan Tekanan Darah
Pola makan tinggi serat dikaitkan dengan penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik melalui beberapa mekanisme, antara lain peningkatan produksi short-chain fatty acids (SCFA) oleh mikrobiota usus, peningkatan fungsi endotel, penurunan inflamasi kronis, dan perbaikan metabolisme natrium. Efek ini membantu mengurangi risiko hipertensi, salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.
4. Memperbaiki Mikrobiota Usus
Serat difermentasi oleh bakteri usus menjadi SCFA seperti asetat, propionat, dan butirat. Senyawa ini berperan dalam mengurangi inflamasi sistemik, meningkatkan fungsi pembuluh darah, memperbaiki metabolisme lipid, dan meningkatkan sensitivitas insulin.
5. Membantu Pengendalian Berat Badan
Makanan tinggi serat memiliki kepadatan energi yang rendah dan meningkatkan rasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengurangi asupan energi harian. Pengendalian berat badan berperan penting dalam menurunkan risiko hipertensi, diabetes, dan dislipidemia yang berkaitan erat dengan penyakit jantung.
Rekomendasi Asupan Serat
Kebutuhan serat yang dianjurkan bagi orang dewasa adalah sebesar 25-28 gram/hari untuk wanita dan sebesar 30-38 gram/hari untuk pria. Asupan serat tersebut dapat dipenuhi dari makanan alami seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, oatmeal, gandum utuh, dan beras merah. Satu langkah sederhana untuk jantung sehat yaitu konsumsi serat yang cukup setiap hari.
Kesimpulan
Pola makan tinggi serat merupakan salah satu strategi efektif dalam pencegahan penyakit jantung. Promosi dan edukasi terkait konsumsi makanan tinggi serat, menjadi bagian penting dalam program pencegahan penyakit jantung di tingkat individu maupun populasi. “Jantung Sehat Berawal dari Piring yang Kaya Serat”.