Berita
Komitmen Kuat RSUD Haji: Sosialisasi "Gatotkaca Miber" Ajak Pasien dan Keluarga Tolak Segala Bentuk Gratifikasi
RSUD Haji Provinsi Jawa Timur terus memperkuat budaya integritas dan pelayanan publik yang bersih melalui langkah nyata di lini pelayanan. Bertempat di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Lantai 1, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini menggelar kegiatan penyuluhan anti korupsi yang menyasar langsung para pasien serta keluarga pengantar, Kamis (29/10). Edukasi ini menjadi wujud transparansi sekaligus pengingat pentingnya menjaga lingkungan layanan kesehatan yang bebas dari praktik suap, pungutan liar, dan gratifikasi.
Penyuluhan interaktif ini mengusung inovasi unggulan bertajuk "Gatotkaca Miber" atau Gerakan Tolak Gratifikasi Menuju RSUD Haji Bersih dari Korupsi. Di hadapan lebih dari 100 orang peserta yang terdiri dari pasien dan keluarga, narasumber utama Masrur, S.H.I., M.H., selaku Pelaksana Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) RSUD Haji, menyampaikan paparan edukatif dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami. Antusiasme terlihat jelas dari para peserta yang menyimak penjelasan mengenai batasan gratifikasi serta dampak negatif korupsi terhadap kualitas pelayanan publik.
Dalam penyuluhannya, Masrur menegaskan bahwa seluruh tenaga medis, paramedis, dan staf administrasi di lingkungan RSUD Haji telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan optimal secara profesional tanpa mengharapkan atau menerima imbalan tambahan dalam bentuk apa pun. Oleh karena itu, melalui gerakan "Gatotkaca Miber", pihak manajemen mengajak para pasien dan keluarga untuk turut mengambil peran aktif dengan tidak memberikan tip, hadiah, maupun bentuk gratifikasi lainnya kepada petugas rumah sakit setelah mendapatkan pelayanan.
"Prinsip utama kami adalah melayani dengan setulus hati dan profesional. Melalui inovasi Gatotkaca Miber, kami ingin membangun sinergi bersama masyarakat untuk bersama-sama menolak gratifikasi demi mewujudkan birokrasi kesehatan yang bersih dan berintegritas," ujar Masrur di sela-sela kegiatan penyuluhan.
Pelaksanaan sosialisasi yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta di ruang tunggu rawat jalan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para pasien dan keluarga menilai kegiatan semacam ini sangat bermanfaat untuk memberikan pemahaman hak-hak mereka sekaligus mendukung terciptanya budaya anti korupsi sejak dari ruang-ruang pelayanan dasar. Dengan masifnya sosialisasi ini, RSUD Haji Provinsi Jawa Timur optimis dapat terus mempertahankan zona integritas serta menghadirkan layanan kesehatan yang transparan, akuntabel, dan tepercaya bagi seluruh masyarakat. Humas Red.